Cloudflare dan VoidZero resmi mengambil alih inkubasi proyek tsrs, sebuah implementasi ulang kompiler TypeScript dalam bahasa Rust yang dikembangkan di bawah naungan toolchain Oxc (oxc-project). Proyek ini bermula dari eksperimen internal di platform perangkat lunak restoran Owner.com dan kini dikembangkan bersama tim teknis Cloudflare serta kreator Oxc. Pengujian awal internal mencatat efisiensi yang signifikan: tsrs mampu memverifikasi tipe hingga delapan kali lebih cepat dan memangkas konsumsi memori sekitar 70 persen dibandingkan kompiler TypeScript 7.0 pada beban kerja paralel yang setara.

Langkah ini mempertegas strategi Cloudflare dalam memperkuat infrastruktur perkakas pengembang berbasis Rust setelah mengakuisisi VoidZero pada pertengahan tahun ini. Namun, aspek paling tidak lazim dari tsrs bukan sekadar angka performanya, melainkan proses kelahirannya: basis kode awal kompiler tersebut disusun hampir seluruhnya oleh agen kecerdasan buatan otonom untuk menyelesaikan kemacetan komputasi yang dihadapi oleh tim pengembang perangkat lunak.

Kemacetan komputasi agen di Owner.com

Titik tolak proyek tsrs berakar dari kendala skala di Owner.com. Head of AI Developer Experience perusahaan tersebut, Max Schwenk, mengelola repositori monolit backend yang mencakup sekitar 37.000 berkas TypeScript dan harus diperiksa sebagai satu kesatuan program. Saat menggunakan implementasi kompiler resmi berbasis Go dari Microsoft, proses pemeriksaan tipe membutuhkan memori kerja hingga 19 gigabita dan memakan waktu sekitar 80 detik dalam satu alur eksekusi (single-threaded).

Durasi tersebut menjadi beban berat ketika tim beralih memanfaatkan agen pengkodean AI secara masif. Berbeda dari pengembang manusia yang menulis kode secara bertahap dan menjalankan pemeriksaan tipe sesekali, agen otonom membutuhkan siklus umpan balik yang sangat rapat. Agar dapat memperbaiki sintaks dan logika tanpa halusinasi, agen harus memvalidasi setiap perubahan kode secara instan. Ketika beberapa agen dijalankan secara paralel di mesin yang sama, konsumsi memori yang masif dan waktu tunggu puluhan detik membuat mesin kehabisan sumber daya komputasi.

Menyadari keterbatasan tersebut, Schwenk memutuskan menguji pendekatan radikal. Alih-alih menulis ulang kompiler secara manual atau menunggu pembaruan dari pihak luar, ia menugaskan model Claude Opus 5.5 dari Anthropic untuk mem-porting basis kode kompiler dari Go ke Rust. Schwenk mengorkestrasi lebih dari 20 sub-agen AI yang bekerja secara paralel pada tugas terisolasi, mulai dari pemetaan struktur sintaks hingga penyesuaian aturan tipe. Dalam keterangannya, Schwenk menegaskan bahwa ia tidak menulis kode implementasi secara langsung, melainkan bertindak sebagai pengarah arsitektur dan penilai hasil keluaran agen.

Keberhasilan porting tersebut diuji langsung terhadap rangkaian 15.197 kasus uji kesesuaian resmi dari pengujian kompiler TypeScript. Setelah modul pencetak tipe (type printer) diselesaikan, tingkat kecocokan baseline galat mencapai 99,97 persen, atau hanya menyisakan empat ketidaksesuaian dari 13.462 berkas pengujian kesalahan. Di lingkungan integrasi berkelanjutan (CI) Owner.com, waktu pemeriksaan tipe terpangkas drastis dari 80 detik menjadi sekitar 7 detik, sementara di laptop kerja durasinya berada pada kisaran 12 detik. Pada 17 proyek sumber terbuka yang diuji, tsrs berjalan antara 2,5 hingga 5 kali lebih cepat daripada build harian Microsoft dengan sepertiga konsumsi memori.

Komitmen tidak melakukan fork

Melihat potensi proyek tersebut, Cloudflare memutuskan membawa tsrs ke dalam ekosistem Oxc bersama VoidZero. Insinyur utama Cloudflare, termasuk Boshen Chen selaku arsitek Oxc, bersama Christoph Nakazawa dan Dimitri Mitropoulos, secara tegas menggarisbawahi bahwa tsrs bukan merupakan upaya memecah atau melakukan fork terhadap TypeScript.

Cloudflare menegaskan bahwa tim resmi TypeScript di Microsoft harus tetap memegang kendali penuh atas perancangan bahasa, spesifikasi tipe, dan arah masa depan ekosistem. Porting ke bahasa Rust diposisikan sebagai implementasi alternatif yang harus patuh sepenuhnya pada perilaku upstream. Menurut tim pengembang, menciptakan bahasa tandingan atau membiarkan perilaku kompiler menyimpang justru akan merusak kompatibilitas ekosistem perangkat lunak yang sudah matang.

Sikap kolaboratif ini membuahkan hasil dua arah. Temuan teknis dan trik optimalisasi performa yang didapat selama pengembangan tsrs dibagikan langsung kepada tim kompiler Microsoft. Berkat pertukaran tersebut, versi pra-rilis TypeScript 7.1 beta dari Microsoft dilaporkan mencatat peningkatan kecepatan hingga sekitar 2,5 kali lipat dibanding versi 7.0.

Di samping itu, Cloudflare juga menjalin kerja sama dengan Theo Browne untuk menggabungkan inisiatif proyek tsc-rs ke dalam tsrs. Kolaborasi ini bertujuan menyatukan upaya komunitas ke dalam satu repositori terpadu yang nantinya mendukung protokol server bahasa (Language Server Protocol atau LSP) serta pemeta konten (content mappers).

Menjaga keselarasan dengan otomatisasi agen

Tantangan terbesar bagi implementasi alternatif selalu terletak pada pemeliharaan jangka panjang. Setiap kali Microsoft merilis pembaruan atau memperbaiki celah logika pada TypeScript, kompiler pihak ketiga berisiko tertinggal atau menampilkan inkonsistensi perilaku.

Untuk mengatasi masalah ini, Cloudflare berencana mengadopsi pola pemeliharaan otomatis yang sebelumnya sukses diterapkan pada proyek Vinext, perkakas kompatibilitas Next.js mereka. Di bawah alur kerja tersebut, agen AI secara berkala meninjau perubahan komit harian di repositori resmi Microsoft, mengambil perbedaan kode (diff), lalu membuka isu pelacakan otomatis untuk setiap perubahan yang berpotensi memengaruhi kompatibilitas.

Rangkaian pengujian resmi Microsoft kemudian dijalankan secara otomatis setiap malam terhadap tsrs untuk memperbarui matriks kompatibilitas. Ketika ditemukan perbedaan perilaku atau kegagalan uji, agen AI bertugas mengisolasi penyebab masalah, membuat kasus reproduksi minimal, dan mengajukan draf perbaikan untuk diperiksa oleh pemelihara manusia. Dengan cara ini, sinkronisasi diharapkan tetap terjaga tanpa membebani tim rekayasa secara berlebihan.

Kendala teknis dan status eksperimental

Kendati menunjukkan angka performa awal yang menjanjikan, Cloudflare dan tim Oxc mengingatkan komunitas bahwa tsrs saat ini masih berstatus eksperimental dan belum siap digunakan untuk beban kerja produksi kritis. Pengembang yang ingin menguji coba dapat memasang paket uji coba melalui npm menggunakan perintah npx tsrs, namun sejumlah batasan penting masih dihadapi.

Secara teknis, penanganan struktur tipe sirkular (circular types)—di mana sebuah definisi tipe merujuk kembali pada dirinya sendiri atau tipe lain secara berulang—menghadirkan tantangan rumit pada model kepemilikan memori Rust yang ketat. Tim pengembang masih melakukan refaktorisasi arsitektur untuk memastikan keselamatan memori tanpa mengorbankan kecepatan eksekusi.

Urutan pencetakan pesan diagnostik galat pada tsrs juga belum sepenuhnya identik dengan urutan keluaran kompiler resmi Microsoft. Beberapa perintah operasional standar seperti opsi konfigurasi --init dan --showConfig juga belum diimplementasikan. Untuk menjaga fokus pengembangan dan stabilitas basis kode awal, pemelihara proyek di repositori oxc-project/tsrs saat ini menutup sementara pengajuan pull request dari kontributor eksternal hingga refaktorisasi internal selesai.

Bagi ekosistem pengembangan perangkat lunak, kehadiran tsrs memperlihatkan pergeseran nyata dalam metodologi rekayasa perkakas: agen AI tidak lagi hanya dimanfaatkan untuk menulis fitur aplikasi di lapisan akhir, melainkan mulai dilibatkan dalam merancang dan mengoptimalkan fondasi komputasi yang menopang pekerjaan mereka sendiri.

Sumber https://blog.cloudflare.com/typescript-rust-port/ Sumber tambahan: https://building.owner.com/tsrs Konteks: https://github.com/oxc-project/tsrs Pelaporan industri: https://thenewstack.io/cloudflare-rust-typescript-tsrs/