Cloudflare meluncurkan Traces dalam open beta pada 2 Oktober 2026. Fitur observability ini dirancang untuk memperlihatkan perjalanan sebuah request melewati jaringan Cloudflare, bukan hanya hasil akhirnya. Dalam satu timeline, pengembang dapat melihat aturan keamanan yang dievaluasi, perubahan URL, keputusan cache, routing Workers, koneksi ke origin, dan waktu yang dihabiskan di tiap tahap.

Peluncuran ini menyasar masalah yang akrab bagi siapa pun yang pernah mengoperasikan aplikasi di balik CDN atau reverse proxy: dari sisi pengguna, yang terlihat hanya status 403, redirect yang salah, cache miss, atau respons yang lambat. Dari sisi tim aplikasi, penyebabnya bisa berada di beberapa lapisan sekaligus. Sebuah request mungkin ditolak oleh managed rule, diubah oleh Transform Rule, diteruskan ke lokasi Cloudflare lain, lalu menunggu origin sebelum respons dikirim kembali. Log yang terpisah-pisah membuat urutan tersebut sulit direkonstruksi.

Satu request, satu hierarki span

Cloudflare Traces merekam operasi yang didukung sebagai span. Setiap span menyimpan durasi, hasil operasi, dan atribut terkait. Span-span itu disusun dalam hierarki sehingga pengguna dapat membuka jejak request dari operasi tingkat atas ke langkah yang lebih rinci. Dokumentasi Cloudflare menyebut pengguna dapat mencari trace berdasarkan Ray ID, memeriksa seluruh jalur request, lalu membuka detail dari span tertentu.

Contohnya, ketika sebuah request diblokir atau mendapat challenge, tim dapat melihat aturan keamanan mana yang mengambil tindakan dan berapa lama evaluasinya. Jika URL berubah sebelum mencapai aplikasi, span transformasi dapat menunjukkan bagian request yang diubah serta aturan yang bertanggung jawab. Untuk aplikasi yang memakai Workers, trace juga dapat memperlihatkan apakah sebuah route cocok dan jenis routing apa yang dipakai.

Informasi cache mendapat tempat penting dalam model ini. Cloudflare membedakan cache hit, proses mengambil atau memvalidasi ulang objek, dan request dinamis yang diteruskan ke origin. Tim tidak harus menebak apakah lambatnya respons berasal dari aplikasi, koneksi origin, atau proses di edge. Mereka dapat melihat rentang waktu tiap tahap dalam satu tampilan.

Tidak perlu memasang instrumen di setiap jalur

Cloudflare mengatakan tracing dapat diaktifkan pada domain tanpa konfigurasi khusus, plugin, atau instrumentasi manual untuk operasi platform yang didukung. Pengguna dapat menentukan baseline sampling rate agar tidak merekam seluruh trafik. Untuk penyelidikan tertentu, Trace Rules dapat menaikkan sampling pada request yang cocok dengan path, metode, header, alamat IP, geografi, atau kombinasi kondisi lain.

Model ini lebih masuk akal daripada mengumpulkan trace penuh untuk semua request sejak awal. Pada situs dengan trafik besar, observability selalu berhadapan dengan biaya penyimpanan dan volume data. Tim dapat mempertahankan sampling rendah dalam kondisi normal, kemudian mengambil 100 persen request yang membawa header debug sementara atau menuju hostname tertentu ketika investigasi berlangsung.

Ada satu detail operasional yang perlu diperhatikan: Cloudflare memakai aturan pertama yang cocok. Urutan Trace Rules karena itu memengaruhi hasil sampling. Aturan yang terlalu umum di bagian atas dapat mengambil alih aturan yang lebih spesifik di bawahnya. Tracing juga perlu diaktifkan secara terpisah untuk setiap domain.

Menghubungkan edge dengan sistem aplikasi

Cloudflare Traces mendukung konteks trace berbasis standar W3C Trace Context. Cloudflare dapat menerima header traceparent dari request masuk, meneruskan konteks baru ke origin, atau mengirim span ke endpoint yang kompatibel dengan OpenTelemetry Protocol (OTLP). Dengan pengaturan yang tepat, span dari Cloudflare dapat muncul bersama span dari API, database, dan layanan lain di backend.

Namun ada batas keamanan yang tidak boleh dilewati. Dokumentasi Cloudflare menyebut konteks trace yang datang dari luar tidak diverifikasi sebagai konteks dari pemanggil tepercaya. Jika organisasi mengizinkan incoming trace context, data tersebut perlu diperlakukan sebagai input yang tidak tepercaya. Forwarding ke origin juga tidak otomatis membuat aplikasi memiliki instrumentasi; origin tetap harus menghasilkan span sendiri agar rantai observability benar-benar tersambung.

Cloudflare menyediakan ekspor ke layanan observability yang mendukung OTLP, termasuk Honeycomb, Grafana Cloud, Axiom, Sentry, New Relic, Datadog, dan lainnya. Perusahaan juga mengaitkan Traces dengan Observability MCP server. Melalui jalur itu, coding agent dapat membantu mencari trace yang gagal, membandingkannya dengan request yang berhasil, lalu menghubungkan perbedaan tersebut dengan kode di repository. Agent tidak hanya melihat source code, tetapi juga dapat diberi akses terkontrol ke telemetry produksi untuk mempersempit investigasi.

Open beta berarti ada batas dan biaya

Traces hanya menampilkan operasi yang didukung oleh jalur request dan konfigurasi yang aktif. Dokumentasi juga membedakannya dari Cloudflare Trace, fitur simulasi konfigurasi yang tidak menampilkan trafik produksi aktual. Perbedaan ini penting: simulasi membantu memeriksa bagaimana konfigurasi seharusnya menangani request, sedangkan Traces membaca apa yang terjadi pada trafik nyata.

Cloudflare memasukkan Traces ke model harga Observability terpadu. Mulai 1 Desember 2026, trace yang dipersistenkan akan dihitung dalam penggunaan ingestion dan storage. Paket Free mendapat kuota ingestion 0,5 GB per hari dengan retensi tujuh hari. Paket berbayar dan Enterprise mendapat 50 GB ingestion serta 10 GB-month storage per siklus penagihan, dengan retensi hingga satu tahun yang disebut akan hadir. Penggunaan tambahan dikenai tarif berdasarkan data yang masuk dan disimpan.

Bagi pengembang, nilai utama Traces bukan sekadar dashboard baru. Fitur ini mencoba memindahkan debugging dari dugaan berbasis log ke pemeriksaan jalur request yang lebih konkret. Tetapi hasilnya tetap bergantung pada sampling, span yang tersedia, konfigurasi konteks, dan disiplin akses terhadap telemetry. Open beta memberi titik awal yang berguna, bukan alasan untuk menganggap seluruh sistem sudah terlihat tanpa celah.

Sumber - Cloudflare Blog, “Introducing Cloudflare Traces: follow requests through our entire platform” (2 Oktober 2026): https://blog.cloudflare.com/cloudflare-tracing/

Sumber tambahan: - Cloudflare Observability Docs, “Traces”: https://developers.cloudflare.com/observability/traces/ - Cloudflare Observability Docs, “Configuration”: https://developers.cloudflare.com/observability/traces/configuration/ - Cloudflare Observability Docs, “Spans”: https://developers.cloudflare.com/observability/traces/spans/ - Cloudflare Observability Docs, “OpenTelemetry export”: https://developers.cloudflare.com/observability/export/opentelemetry/ - W3C, “Trace Context”: https://www.w3.org/TR/trace-context/