Google membatasi akses ke keluarga model Gemini 2.5 bagi pengguna yang pernah aktif memakainya. Keterangan itu muncul di dokumentasi resmi Gemini API untuk Gemini 2.5 Flash, Flash-Lite, dan Pro. Google mengatakan model-model tersebut belum deprecated dan masih akan dilayani sampai ada pemberitahuan lebih lanjut, tetapi aksesnya tidak lagi diperlakukan sebagai jalur umum untuk semua pengguna.
Perubahan ini tidak sama dengan penutupan layanan. Endpoint seperti gemini-2.5-flash, gemini-2.5-flash-lite, dan gemini-2.5-pro masih tercantum di dokumentasi. Yang berubah adalah kebijakan aksesnya: pengguna yang sudah memakai model tersebut tetap dapat melanjutkan alur kerja lama, sementara pengguna atau proyek baru bisa menghadapi pembatasan.
Model lama masih hidup, tetapi bukan pilihan utama
Google menjelaskan alasannya secara singkat: pembatasan diperlukan untuk menjaga ketersediaan layanan bagi workflow lama. Pada saat yang sama, Google menyarankan proyek baru memakai model generasi terbaru. Dokumentasi saat ini menampilkan Gemini 3.8 Flash sebagai model stabil generasi baru, bersama beberapa varian untuk suara, text-to-speech, dan tugas agentik.
Bagi pengembang, ini menciptakan situasi yang lebih rumit daripada sekadar mengganti nama model. Banyak aplikasi tidak hanya bergantung pada kemampuan menghasilkan teks. Mereka juga mengandalkan format keluaran, perilaku tool calling, batas token, latensi, biaya, dan pola kesalahan tertentu. Migrasi ke model baru perlu menguji semua lapisan itu, bukan hanya menjalankan satu prompt lalu membandingkan jawabannya.
Dokumentasi Google sendiri membedakan model stabil, preview, latest, dan experimental. Model stabil menunjuk ke versi yang lebih tetap, sedangkan alias latest dapat berpindah ketika Google merilis versi baru. Untuk aplikasi produksi, Google menyarankan penggunaan nama model stabil tertentu agar perubahan perilaku lebih mudah dikendalikan. Panduan itu relevan dalam kasus Gemini 2.5: sebuah endpoint masih tersedia, tetapi posisinya makin jelas sebagai fondasi kompatibilitas, bukan tujuan baru.
Dampaknya untuk aplikasi yang sudah berjalan
Aplikasi yang memakai Gemini 2.5 sebaiknya tidak langsung panik. Google belum menyatakan model-model itu akan dimatikan, dan dokumentasi menyebut layanan berlanjut sampai pemberitahuan lebih lanjut. Namun frasa tersebut juga bukan jaminan umur panjang. Tim pengembang perlu memeriksa apakah proyek mereka termasuk pengguna aktif dan apakah akses yang ada tetap berlaku untuk akun, organisasi, atau billing project yang dipakai di produksi.
Langkah pertama yang masuk akal adalah mencatat model yang digunakan setiap layanan. Jangan berhenti di nama produk seperti “Gemini”; simpan endpoint lengkap, varian preview bila ada, serta konfigurasi thinking, structured output, caching, function calling, dan grounding. Setelah itu, buat pengujian regresi yang memakai contoh permintaan nyata, termasuk kasus gagal dan keluaran yang harus mengikuti skema tertentu.
Migrasi juga perlu memperhitungkan fitur yang tidak identik antar-generasi. Model terbaru bisa lebih baik dalam reasoning atau coding, tetapi itu tidak otomatis berarti kompatibel dengan parser dan guardrail lama. Perubahan kecil pada format JSON, pemilihan tool, atau panjang jawaban dapat memicu bug di bagian aplikasi yang tidak terlihat dalam demo.
Ada pula pertimbangan operasional yang sering luput: fallback. Jika sebuah aplikasi hanya menyimpan satu nama model dan model itu tiba-tiba tidak bisa dipanggil oleh proyek baru, kegagalan terjadi sebelum tim sempat mengevaluasi pengganti. Menyediakan konfigurasi model yang dapat diubah, mencatat alasan pemilihan model, dan memantau error per endpoint membuat migrasi lebih mudah dikendalikan. Fallback bukan berarti menurunkan kualitas secara otomatis; ia memberi sistem jalan keluar ketika kebijakan akses, kuota, atau ketersediaan berubah.
Google sedang menggeser jalur default
Kebijakan ini menunjukkan pola yang semakin umum dalam layanan model AI: model lama tetap dipertahankan untuk menjaga kompatibilitas, tetapi kapasitas dan perhatian produk dipindahkan ke generasi baru. Pengembang mendapat waktu untuk bermigrasi, tetapi tidak bisa menganggap endpoint lama sebagai kontrak permanen.
Untuk proyek baru, pilihan paling aman adalah mengikuti model stabil yang saat ini direkomendasikan Google dan menghindari ketergantungan pada alias yang dapat berubah otomatis. Untuk proyek lama, Gemini 2.5 masih bisa menjadi pilihan yang masuk akal selama kebutuhan, akses, biaya, dan hasil evaluasinya cocok. Yang perlu dihindari adalah menunggu sampai pembatasan berubah menjadi penghentian, baru kemudian mulai menguji pengganti.
Sumber https://ai.google.dev/gemini-api/docs/models Sumber tambahan: https://ai.google.dev/gemini-api/docs/models/gemini Sumber tambahan: https://ai.google.dev/gemini-api/docs/changelog?release=09-18-2026