OpenAI resmi menggandakan alokasi penggunaan untuk fitur Work dan Codex pada seluruh lini langganan Pro serta Business Premium. Langkah ini diumumkan bersamaan dengan pembatalan rencana pemotongan batas penggunaan pada paket Pro 200 dolar AS per bulan, menyusul gelombang kritik dari kalangan pengembang dan pengguna intensif. Di balik penambahan kuota tersebut, OpenAI menyiapkan restrukturisasi yang lebih besar: mulai Desember 2026, penggunaan ChatGPT dan Codex tidak lagi dipisah, melainkan ditarik dari satu kantong token bersama.

Keputusan penggandaan batas penggunaan dikonfirmasi oleh Thibault Sottiaux, pimpinan produk Codex dan ChatGPT di OpenAI, melalui pengumuman resminya. Sottiaux menyatakan bahwa penggandaan berlaku seketika untuk tingkat Pro 100, Pro 200, Pro 500, dan Business Premium. Bagi pengguna Pro 200, keputusan ini menghentikan rencana pemotongan kuota hingga 50 persen yang sebelumnya dijadwalkan berlaku akhir Oktober. OpenAI memilih mempertahankan batas lama dan menggandakan kuota bagi pengguna yang sempat dipindahkan ke alokasi lebih rendah, sehingga seluruh pengguna pada tier tersebut kini berada pada batas yang sama.

Kendati demikian, penggandaan ini tidak berlaku untuk seluruh aspek ChatGPT. Dokumentasi rilis OpenAI menegaskan bahwa penambahan kuota dikhususkan bagi lingkungan kerja agen di ChatGPT Work dan eksekusi pemrograman di Codex. Batas pesan mingguan untuk model penalaran GPT-6 Pro pada jendela percakapan standar tetap tidak berubah di paket Pro 100 dan Pro 500. Sementara itu, langganan ChatGPT Plus seharga 20 dolar AS per bulan sama sekali tidak mendapatkan kenaikan batas pada penyesuaian kali ini.

Perubahan mendasar berikutnya terungkap melalui pembaruan laman bantuan resmi OpenAI serta pesan elektronik yang dikirimkan kepada pelanggan. Mulai Desember 2026, antarmuka percakapan reguler dan kapabilitas agen di tab Work akan dilebur menjadi satu alur terpadu. Pengguna yang terpilih dalam uji coba tahap awal tidak perlu lagi berpindah mode kerja untuk meminta model menyusun kode, menganalisis dokumen panjang, atau mengeksekusi manipulasi data di peramban. Agen otonom akan bekerja langsung di dalam utas obrolan utama, kendati Codex tetap dipertahankan sebagai antarmuka terpisah pada aplikasi desktop.

Peleburan antarmuka tersebut berimbas langsung pada sistem pengukuran sumber daya. OpenAI beralih dari model pembatasan berbasis jumlah pesan menuju sistem alokasi berbasis token. Dalam skema baru ini, setiap aktivitas pengguna di ChatGPT dan Codex akan menguras batas kuota yang sama. Penggunaan model penalaran berbobot besar serta pendelegasian tugas bertahap yang melibatkan banyak iterasi agen akan menyedot kuota lebih cepat dibandingkan permintaan informasi sederhana.

Untuk menjaga kenyamanan percakapan kasual, OpenAI menetapkan pengecualian pada model Instant. Interaksi sehari-hari menggunakan model cepat tersebut tetap bersifat tanpa batas dan tidak akan memotong anggaran token bulanan pengguna. Di samping itu, Dots—asisten kecerdasan buatan berbasis konteks persisten yang beroperasi di latar belakang—tetap mendapatkan alokasi terpisah dan tidak dibebankan pada batas utama akun pengguna.

Pengguna nantinya dapat memantau konsumsi token dan jadwal pembaruan alokasi secara transparan melalui menu pengaturan akun di bagian Penggunaan. Apabila kuota habis sebelum siklus berakhir, pengguna dihadapkan pada tiga opsi: menunggu waktu reset berkala, meningkatkan paket langganan ke tier yang lebih tinggi, atau membeli pulsa komputasi tambahan untuk tugas-tugas mendesak.

Penyatuan kuota ini menandai berakhirnya era harga langganan tetap tanpa batas atau model lama di mana pengguna dapat menjalankan perintah agen sepuasnya tanpa memperhitungkan beban komputasi di peladen. Pendelegasian instruksi kompleks kepada agen yang mampu membuka peramban, memeriksa dependensi kode, dan mengulang pengujian secara mandiri memerlukan konsumsi token berlipat ganda dibanding sekadar menghasilkan draf teks biasa. Kompleksitas komputasi inilah yang memaksa penyedia platform merapatkan pengawasan kuota.

Dengan membatalkan pemotongan batas Pro 200 dan melipatgandakan alokasi kerja, OpenAI berupaya meredam kekecewaan para insinyur perangkat lunak yang menjadikan ChatGPT dan Codex sebagai pilar operasional harian. Pada saat yang sama, persiapan penggabungan anggaran token mempertegas arah baru platform: ChatGPT tidak lagi sekadar menjadi lawan bicara virtual, melainkan sistem operasi kerja mandiri yang menuntut perhitungan sumber daya komputasi secara ketat dan terukur bagi setiap eksekusi tugas.