PostgreSQL 19 RC1, tiga minggu lebih lambat dari jadwal awal: penundaan rilis database open-source dijawab tinjauan kode berbantuan AI
Badan Pengembang PostgreSQL (PostgreSQL Global Development Group) resmi mengumumkan rilis kandidat pertama (RC1) PostgreSQL 19 pada 15 Oktober 2026, sebuah jadwal yang tertunda dari target awal akhir September atau awal Oktober. Rilis general availability (GA) kini dijadwalkan pada 19 November 2026, tepat satu minggu setelah pembaruan rutin yang direncanakan pada November. Rilis kandidat kedua (RC2) dijadwalkan bersamaan dengan pembaruan tersebut, pada 12 November.
Tertundunya bukan sekadar pergeseran tanggal. Menurut pengumuman resmi yang dikelurkan grup pengembang PostgreSQL Global Development Group, penundaan muncul dari volume perbaikan bug yang cukup besar, sebagian besar ditemukan melalui tinjauan kode yang dibantu model bahasa besar (LLM). Proyek ini sempat memutuskan untuk menurunkan sebanyak delapan hingga sepuluh fitur signifikan ke rilis berikutnya, PostgreSQL 20.
"Alasan mungkin paling sedikit terkait bagaimana LLM-as-a-service digunakan di lingkungan pengembangan," tulis Peter Eisentraut, perwakilan kerja (veep) di EDB, perusahaan pendukung dan konsultasi PostgreSQL, dalam posting blog. Fitur yang dicopot tidak hanya memiliki cacat arsitektural yang signifikan, tetapi juga membutuhkan revisi yang lebih lama daripada yang dibenarkan dalam masa beta.
Pengumuman ini datang setelah rilis kandidat pertama (RC1) yang diumumkan 15 Oktober. Rilis kandidat tersebut kebanyakan identik dengan rilis awal PostgreSQL 19, dengan perbaikan mungkin ditambahkan sebelum GA. Sementara itu, rilis update telah dijadwalkan pada 12 November mencakup sejumlah besar perbaikan. Karena itu, rekanat release memutuskan untuk memasukkan perbaikan tersebut ke PostgreSQL 19 sebelum GA. Artinya, RC2 yang dijadwalkan 12 November akan membawa semua perbaikan tersebut.
Penundaan ini membingungkan pada awalnya, karena rilis 19 ini bernuansa atipikal. Jonathan S. Katz, perwakilan proyek, menulis pada 10 Oktober bahwa RC1 tetap berjalan seperti yang direncanakan pada 15 Oktober. "Rilis tim menentukan untuk menggeser GA PostgreSQL 19 ke 19 November, tepat satu minggu setelah pembaruan yang direncanakan," katanya. "Kami tahu ini telah terjadi dalam siklus rilis utama yang tidak biasa, tetapi kami ingin memastikan tetap mengantarkan PostgreSQL yang stabil dan andal."
Dalam sebuah email, Katz mengatakannya bahwa "dengan volume perbaikan yang telah ditambahkan ke cabang belakang, tim rilis ingin memublikasikan tersedia dalam PostgreSQL 19 yang akan datang sebagai RC2 yang dijadwalkan untuk 12 November sebelum berjalan dengan GA."
Siklus pengembangan PostgreSQL 19 ini bukan sekadar latar belakang kalimat. Hingga awal 2026, LLM yang membantu kode mulai bergeser ke pengembangan perangkat lunak. Di PostgreSQL, LLM-as-a-service mulai digunakan lebih intensif. Tinjauan kode yang dibantu LLM itu memberikan hasil yang tidak dapat diprediksi: ia menemukan ratusan laporan bug yang selama ini tertidur. Beberapa dari mereka ringan; yang lain tidak. "Kualitas bar yang efektif dinaikkan setelah fitur ditulis dan dilengkapi," kata Eisentraut. "Kecuali kemampuan tinjauan kode yang dibantu LLM terus meningkat pada laju saat ini, situasi ini akan membaik untuk siklus pengembangan berikutnya."
Tom Lane, kontributor PostgreSQL yang dikenal kritis, lalu memberi perkiraan: "Pada titik ini, saya bersedia berjudi makan malam bahwa jika kami meneruskan v19, akan ditemukan bug setelah rilis yang tidak bisa diperbaiki sampai v20." Perkiraan itu kini menjadi salah satu penjelasan mengapa proyek menggarisbawahi kebutuhan keteguhan, bukan kecepatan.
Di balik penundaan ini, ada fitur-fitur yang dihilangkan dan akan pindah ke rilis berikutnya. Salah satunya adalah REPACK CONCURRENTLY. Fitur ini sebelumnya dirancang untuk menghindari operasi VACUUM FULL yang memengaruhi kunci tabel dalam memulihkan ruang disk. Rilis 19 melibatkan REPACK CONCURRENTLY, tetapi telah dibatasi menjadi satu proses kluster. Artinya, perbaikan tersebut lebih kecil dari yang direncanakan awal.
Lainnya adalah SQL/PGQ, properti graf, dan UPDATE/DELETE FOR PORTION OF. Keduanya diserahkan ke rilis 20. Beberapa perbaikan penting lainnya diterapkan pada 19: memperbaiki untuk memperbaiki statistik impor postgres_fdw, beberapa perbaikan pada autovacuum paralel, perbaikan pada COPY (query) TO ... (FORMAT json) yang menggunakan nama kolom query, bukan nama tabel, dan perbaikan REPACK.
Perubahan ini menunjukkan bahwa tundaannya bukan sekadar "sedikit lebih lambat". Ia menunjukkan proses kualitas yang berubah. Rilis 19 dijadwalkan tangal 19 November. Menjelang jatuh tempo, peluang besar yang paling menonjol adalah bahwa proyek akan berhasil tetap stabil dan andal, tetapi dengan fitur yang lebih sedikit dari apa yang direncanakan awal.
Sebagai catatan, pengguna yang akan memperbarui dari versi sebelumnya harus menggunakan strategi upgrade major, misalnya pg_upgrade atau pg_dump / pg_restore. Detil lebih lanjut dapat ditemukan di dokumentasi upgrade. PostgreSQL 19 ini, yang dijelaskan oleh Eisentraut, akan tetap "rilis yang luar biasa", setelah pemeriksaan tambahan yang signifikan.