Penyedia infrastruktur privasi asal Swiss, Proton, resmi mengambil alih dan menampung peta interaktif publik yang memuat lokasi lebih dari 300.000 perangkat pengawas milik Flock Safety di seluruh Amerika Serikat. Layanan yang kini dapat diakses melalui portal resmi Proton tersebut menampilkan sebaran lebih dari 170.000 kamera pembaca pelat nomor otomatis (automatic license plate reader/ALPR) serta 130.000 unit perangkat keras sekunder milik vendor pengawasan swasta tersebut.
Langkah ini diambil Proton untuk melindungi hasil kerja peneliti keamanan siber independen, Joshua Michael, yang menghadapi ancaman litigasi dan intimidasi hukum dari Flock Safety setelah mempublikasikan temuan inventarisasi perangkat tersebut ke publik.
Kebocoran Token yang Membuka Basis Data Rahasia
Akar dari transparansi data ini bermula pada November 2025. Saat memeriksa infrastruktur web milik Flock Safety, Joshua Michael mendapati peladen perusahaan tersebut secara terbuka membagikan token akses (access token) internal yang dapat diperoleh siapa pun tanpa proses login atau verifikasi kredensial. Dengan memanfaatkan celah otentikasi tersebut, Michael berhasil mengakses dan mengunduh daftar inventaris lengkap yang memuat koordinat geografis presisi dari seluruh perangkat yang dioperasikan Flock di berbagai negara bagian.
Sebagai bagian dari etika pengungkapan terkoordinasi (responsible disclosure), Michael segera melaporkan kerentanan fatal tersebut kepada manajemen Flock Safety dan mengirimkan dua surel tindak lanjut ketika laporannya tidak direspons dengan semestinya. Menyadari risiko bahwa data publik ini bisa disembunyikan tanpa transparansi kepada warga yang diawasi, Michael mengarsipkan salinan basis data koordinat tersebut pada Desember 2025. Flock kemudian menambal celah token tersebut secara diam-diam, sembari tetap mengeluarkan pernyataan publik bahwa infrastruktur mereka tidak pernah mengalami peretasan dan tidak ada data yang bocor.
Surat Peringatan dan Taktik Pelanggaran Merek Dagang
Setelah merampungkan analisis menyeluruh, Michael menerbitkan laporan riset keamanan setebal 160 halaman beserta peta sebaran interaktif pada 23 September 2026 melalui situs pribadinya. Kehadiran peta tersebut langsung direspons secara agresif oleh Flock Safety melalui jalur hukum.
Hanya berselang sehari setelah situs riset tersebut mengudara, sebuah firma perlindungan reputasi merek bernama Doppel—yang bertindak atas nama Flock Safety—mengajukan komplain pelanggaran hak merek dagang (trademark infringement). Komplain tersebut menuntut pencopotan situs dengan dalih bahwa penulisan sanggahan "tidak terafiliasi atau didukung oleh Flock" tetap memanfaatkan nama merek dagang tanpa izin dan berpotensi menimbulkan kebingungan konsumen.
Tekanan hukum berlanjut pada 25 September 2026 ketika Flock melayangkan surat somasi penghentian (cease-and-desist) yang mengancam penuntutan ke pengadilan. Di saat yang sama, Flock mengirimkan pemberitahuan kepada basis pelanggannya yang mengklaim telah melapor ke aparat penegak hukum dan secara terbuka melabeli Michael sebagai "aktor jahat" (malicious actor).
Ruang Aman Swiss Melawan Intimidasi Korporasi
Melihat peneliti independen ditekan oleh korporasi bermodal besar, tim hukum dan manajemen Proton memutuskan turun tangan. Mengingat yurisdiksi Swiss memiliki perlindungan privasi dan kebebasan informasi yang kokoh, Proton memindahkan antarmuka peta tersebut ke infrastruktur peladen mereka di Swiss agar tetap dapat diakses publik secara gratis.
Kepala Divisi Hukum Proton, Marc Løebekken, menyatakan bahwa manuver hukum yang dilancarkan Flock sepenuhnya tidak berdasar. Menurutnya, tidak ada konsumen atau pengguna internet rasional yang akan salah mengira bahwa peta pemantau kamera pengawas tersebut merupakan situs resmi yang dibuat oleh Flock Safety. Penggunaan instrumen hak kekayaan intelektual seperti sengketa merek dagang dalam kasus ini murni merupakan upaya korporasi untuk menekan transparansi dan membungkam fakta yang menyangkut kepentingan umum.
Jaringan Nyata 40 Persen Lebih Luas dari Klaim Humas
Publikasi data ini membongkar disparitas signifikan antara narasi pemasaran Flock Safety dengan fakta operasional di lapangan. Selama bertahun-tahun, Flock secara rutin mempromosikan kepada media dan calon klien bahwa jaringan kamera mereka mencakup sekitar 120.000 unit. Namun, data inventaris internal yang diverifikasi Michael mencatat setidaknya 170.000 kamera aktif—sekitar 40 persen lebih banyak dibandingkan angka resmi yang diakui perusahaan.
Selain kamera ALPR utama, sistem Flock ditopang oleh lebih dari 130.000 perangkat keras tambahan, mencakup sensor audio deteksi tembakan suara (Raven), modul relai nirkabel, hingga infrastruktur pemancar data. Flock mengklaim jaringannya mencatat lebih dari 20 miliar pembacaan pelat nomor setiap bulan di 49 negara bagian AS, melayani ribuan komunitas perumahan swasta (HOA) dan lebih dari 4.800 departemen kepolisian.
Teknologi "Vehicle Fingerprint" yang disematkan pada sistem Flock tidak hanya membaca angka pelat kendaraan, melainkan merekam profil visual komprehensif: merek mobil, model, warna, stiker kaca, penyok bodi, hingga arah pergerakan kendaraan. Data pelacakan rute perjalanan warga sipil ini kemudian disimpan di komputasi awan dan dapat dicari secara lintas yurisdiksi antarkepolisian kota tanpa memerlukan surat perintah penggeledahan (warrant) berbasis kasus kriminal spesifik.
Batasan Data dan Hak Transparansi Ruang Publik
Proton memberikan catatan penting bahwa peta yang mereka tampung merupakan cuplikan data per Desember 2025. Perangkat kamera yang dipasang baru atau unit yang telah dibongkar setelah akhir tahun 2025 tidak tercermin dalam visualisasi saat ini. Kendati demikian, peta ini menjadi dokumentasi paling komprehensif yang pernah dirilis ke publik.
Sebelumnya, inisiatif masyarakat sipil seperti proyek urun daya DeFlock harus mengandalkan laporan pandangan mata dari relawan yang menemukan kamera di tiang jalan. Peta berbasis audit Michael menjadi dokumen pertama yang membongkar jaring pengawasan ALPR dari data internal sistem penyedia itu sendiri.
Dengan disediakannya fitur pencarian berbasis kode pos di situs Proton, masyarakat dapat memverifikasi secara mandiri seberapa rapat rute harian mereka dipantau oleh kamera swasta. Transparansi ini memberi warga dasar faktual untuk menuntut akuntabilitas kepada otoritas kota masing-masing mengenai batas waktu penyimpanan data pelat, akses aparat penegak hukum, dan batasan privasi di jalan umum.
Sumber https://proton.me/flock-camera-map
Sumber tambahan: https://theintercept.com/2026/09/24/how-many-flock-devices-in-united-states-300000/
Sumber tambahan: https://proton.me/blog/flock-cameras-explained
Sumber tambahan: https://cybernews.com/tech/proton-flock-map